Monday morning.

Senin Pagi, cerah.
segala sesuatu mau nggak mau harus berubah kan? siapa pun pengen jadi lebih baik ntah itu buat dirinya sendiri ataupun orang lain.
Sabtu kemarin, well, hari yang cukup berat walaupun nggak ada jadwal les sama sekali. Hari itu pengumuman hasil UN dan snmptn undangan yang harusnya diumumin hari ini. Hasil UN, kita semua lulus 100%. Agak sedih juga soalnya bisa dibilang aku ngelewatin salah satu moment berharga dimasa sma, apalagi kalau bukan coret-coretannya. Buatku yang bukan pemuja segala macam yang menyangkut hura-hura, well corat-coret baju sekolah setelah kelulusan itu worthless, karena masih ada bahkan banyak hal lain yang bisa dilakukan sekelompok orang untuk ngerayain kelulusannya, tentu aja dengan lebih bermanfaat. Tapi 1 tahun dengan MONSTER (nama kelas ku dulu) dan 2 tahun dengan H-MER agak mengubah pandangan tentang itu. it’s okay kalo mau hura-hura asalkan bagi kamu itu fun dan yang paling penting kamu ngelewatinnya dengan orang-orang yang tepat. Jadi agak kecewa juga rasanya aku gak bisa ada di sana, dengan yang lain, karena yaaah, aku ada les disini buat persiapan snmptn, dan kalaupun aku pulang, bakalan ribet urusannya pergi pulang dalam dua hari dari sini ke sana. disini, di Bandung.
Bicara soal Bandung, walau gak seribet Jakarta tapi tetep kota yang memusingkan buatku yang udah terbiasa hidup di kota yang jauh dari kata semrawut, seenggaknya jalannya. Aku emang buta arah dari sononya, tapi Bandung bikin problemku yng satu itu tambah parah. banyak jalan searah yang, hell, susah banget ngehapalnya. hampir sebulan aku disini tapi aku belum jalan banyak, karena, takut nyasar. tapi dsamping itu Bandung adalah kota yang cukup fun. banyak tempat nongkrong yang asik walaupun aku jarang banget kesana karena ya sibuk les.
Lalu soal snmptn undangan. jadi untuk tau hasilnya kita harus masukin nomor pendaftaran dan tanggal lahir kita. aku udah ngelakuin sesuai prosedur dan tetap, aku nggak lulus. at that time, I’m feeling worthless. orang yang punya sifat ambisius bakalan susah nerima kekalahan, dan aku kalah kali ini. yah, walaupn menurut kabarnya dari sma ku yang milih UNPAD sama sekali nggak ada yang lulus, tapi tetep aja rasanya kecewa berat. sedikit banyak aku malu waktu mum telfon, dia orang nomor satu yang pengen aku buat bangga, tapi kayanya bukan kali ini. dan untuk itu, aku harus berubah. ngerubah pola belajar jadi lebih banyak dan sebisa mungkin menormalkan jadwal tidur karena semenjak dibandung pola tidurku bener-bener kacau.
Oh, waktunya siap-siap sekarang, les jam 10. bye!
Andara Lerenza.

Moving

Moving on. Sebenarnya apa sih hakikat dari dua kata 8 huruf itu?
Moving itu bergerak, on itu bisa diartikan terus, atau kedepan. Jadi moving on bisa berarti bergerak kedepan kan? Dan itu lah yang dilakukan oleh manusia, setiap saat dalam hidup. Manusia jalannya kedepan, itu juga berarti Tuhan sudah ngasih clue buat Kita sebagai Manusia untuk terus bergerak kedepan, dan meninggalkan yang belakang. Tapi muncul lagi pertanyaan, apakah bisa segampang itu?
Moving on juga salah satu proses pendewasaan, karena dalam proses pendewasaan kita pasti pernah ngerasain kecewa ataupun kehilangan yang mau nggak mau membuat kita move on dan mencoba ngelupain masa lalu dan terus menatap kedepan.
Seandainya move on bisa segampang membalikkan telapak tangan, pasti nggak bakal ada manusia di dunia yang negatif, ngertikan maksudku? Karena moving on adalah forgive and forget, sedangkan memang sudah sifat dasar Manusia sangat bertentangan dengan forgive and forget.
Dan sekarang adalah waktunya saya untuk belajar forgetting, karena dalam kasus saya, saya bukan diposisi untuk memaafkan, karena well, saya lebih banyak berperan sebagai api disini.
Terima kasih sudah berperan sebagai air, walau nggak cukup buat madamin ego si api. Ya, kamu itu air, selalu sabar dan selalu berusaha jadi yang terbaik untuk siapapun, termasuk buatku. Kamu udah ngerti benar keadaan bakal gimana kedepannya dari awal, dan aku terlalu egois untuk ngerti. Dan ego ku itu pasti kadang ngebuat kamu susah dan ga konsentrasi sama pendidikanmu. Maaf. So sorry dear.
Ini saatnya bergerak kedepan, karena manusia ga akan pernah bisa cuma jalan di tempat. Dan sekarang aku menyerahkan semuanya pada keadaan sambil terus berusaha membenahi diri, be a better person and trying my best to be the best for people around me. Just it.
Andara Lerenza.

H-MER 2011/2012. Thanks for all the memories

H-MER 2011/2012. Thanks for all the memories

"There’s too much to think about, and my mind is a mess. It’s as if my emotions drifted to somewhere far away"

— Andara Lerenza♠ (@Rarenza)

Stressed out

Panas. Harini panas banget. Ditambah tugas yang ga resmi yang dibebankan buat saya untuk nge-handle kenang-kenangan dari angkatan. Ditambah lahi besok lusa itu sudah UN. Not sure if its ‘Ujian Nasional’ atau ‘Uji Nyali’ karena yaaahh pengawas bakalan terlihat verlipat kali lebih menyeramkan dari pada hantu yang kamu sering liat diTV. Badmood ga bisa dihindari ya, gimanapun manusia pasti punya bayas juga, gitu juga saya. Belakangan saya terlalu banyak tenggelam sama hal yang seharusnya ga penting dan itu yang buat saya ngerasa marah sama diri sendiri. I have my own goal, but heck, I cant use it well as my motivation to work harder. Entah itu pengaruh lingkungan atau diri sendiri yang maksain diri buat mature. Bicara tentang stress dan mature, kedua hal yang ibaratnya udah dalam satu paket untuk anak seusia saya. Semua orang pasti mengalami proses pendewasaan. Misal, dari dulunya ababil, sekarang ga ababil. Dari dulunya cuma ikut-ikutan biar dikata keren, sekarang udah punya gaya sendiri. Dan banyak hal lain yang memacu kalian untuk menjadi mature. Dalam kasus saya, orang tua sangat berperan penting. I’m not gonna blame them like I always did this time, kebalikannya, saya mau berterimakasih yang sebesar besarnya. Mom, dad, kalau kaya di iklan bebelac you’re my everything. Terimakasih sudah memikirkan apa yang terbaik buat saya, mau mendengar pendapat saya dalam menyusun peta langkah masa depan dang nggak maksain kehendak. Terima kasih sudah melihat saya sebagai pribadi yang dewasa yang bisa diandalkan dalam usia saya yang menginjak 16. Walau nggak terlalu bisa diandalkan untuk urusan rumah-____- Terimakasih sudah jadi orang tua yang baik, tempat bertukar pikiran yang asik dan selalu mengarahkan saya yang ababil dan mudah terpengaruh buku-buku yang saya baca ini tetap lurus ibadahnya. Walau agak tempramen, tapi kalian selalu mendengar dan mempertimbangkan apa yg saya inginkan untuk masa depan saya. There’s no better words but I LOVE YOU to express my feelings to both of you :* Dan tentang stress, dalam mencapai maturity pasti pernah kebentur dan timbul rasa frustasi. Sama juga kaya saya karna saya kan juga manusia. Hari-hari punya waktu yang sama tapi kejadian yang beda. Dalam 24 jam hari ini pasti kejadiannya beda dengan 24 jam besok. Diantara 24-24 jam itu saya juga kadang terbentur dan ngalamin rasa frustasi itu. Dari situ, timbul lah badmood. Dari saya masih pakai seragam merah putih sampai sekarang putih abu-abu, untuk sebuah lingkungan baru orang-orang akan mudah menangkap kepribadian saya yang bisa dikata kikuk. Well, saya tergolong ramah dan mudah kenal dengan orang lain tapi saya susah akrab atau dekat dengan orabg lain. Saya udah biasa dengan kepribadian yang tertutup dan itu mau nggak mau membangun satu benteng kasat mata yang membuat sifat saya nggak mau terlihat lemah dan losing control of my self dihadapan orang lain. Saya nggak suka ngebebanin orang lain yg saya rasa saya belum dekat benar dengan orang itu. Saya tergolong orang yang terlalu serius dalam bergaul dan kadang itu bisa membuat kesan ‘boring’ pada diri saya. People may judge, what so ever, but one thing, I won’t give a damn. Atas sifat-sifat saya diatas saya ga bisa ngebiarin diri saya ngerasa stress tapi kaya yang saya bilang tadi, setiap manusia punya limit. Dan kalau saya sudah mencapai limit itu biasanya saya bakal teriak dan nangis sekencang yang saya bisa dalam waktu singkat yang ditentukan (pati nya ga ada orang). Abis itu saya pasti ngelap muka keras-keras dan tarik nafas dalam. You guys shoild try it cause it works on me :D

Sekarang saya ngerasain yang namanya stressed out di level paling maksimal dan sukses maksa saya harus mengeluarkan jurus saya tadi. Hasilnya? Udah lebih baik :3 Oh momma pulang. Away ay! Ay! Ay!

New old

Check, check, aaa, ehm. Hell-o tumblr! Sudah berapa abad semenjak posting terakhir ya? Hehehe maklum yah orang (sok) sibuk jadi ya gitu deh. sebenernya saya mau posting 3 hari sebelum pensi terakhir, tapi karena tulisannya belum kelar jadi ga di post, eh malah lupa sampe sekarang. Ga mungkin dong ya kalo posting itu lahi lah pensinya aja udah lewat-,-” Well, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya belakangan, dan saya berani bilang kalo kelas 3 masa Sma adalah salah satu masa yg dimana hidup kalian dijamin ga monoton. Kenapa? Karna saya ngerasain sendiri. Dari mulai friendship sampe yang namanya love life juga saya ngerasain di kelas 3 ini, ehm, bukan berarti engga di tahun sebelumnya, tapi saya ngerasa beda aja gitu. Semuanya berasa lebih berasa (nah loh?) Banyak yang mau saya tumpahin disini sebenarnya (lu kata aer) tapi buat post kali ini gattau kenapa saya pengen banget muntahin soal love life, hal yang sangat jarang bahkan ga pernah (hahaha) saya bahas selama saya malang melintang di dunia per-tumblr an. Okay, here we go. Umm, ketemu dia pertama kali waktu eskul di sekolah saya kaya ngadain concert gitu, bukan, bukan band atau semacamnya karena saya bego banget kalo soal musik yg terstruktur, ini semacam event musikalisasi puisi. Singkat cerita dia datang, saya bahkan gattau ternyata dia alumni SMA yg sama dengan sekolah saya sekarang karena umm, saya bisa dibilang umm, ga begitu gaul yahhh jadi ga kenal siapa-siapa (hahaha). he successfully caught my attention for the first time through the guitar. Beneran deh, dia kalo udah pegang gitar keren kali lah (hehehe). Singkat cerita kita deket, alias pdkt. Fase itu saya ngerasain rasanya jadi remaja labil yang doyan galau, seru juga sih (hahaha) soalnya saya biasa dibikin galau sama momma atau pelajaran lah tiba-tiba ini….hehehe. Singkat cerita lagi, setelah kurang lebih sebulan lah kita jalan. Saya masih ingat gimana ekspresinya waktu pertama kali jemput saya kerumah (>w<) hehehe dan akhirnya kita dinner terus jadian (hahahaha). Kalo diingat lagi rasanya gimana gitu ya. Kita belum ada genap sebulan tapi udah harus pisah soalnya dia lulus test di piiip yang bikin dia harus terbang ke piip buat belajar lah. Saya sebagai pacar yg baik harus ngedukung, dan mau nyoba buat nunggu dia. Mungkin emang lagi sial atau apa, berapa hari setelah annive kita yang sebulan, kita akhirnya bubaran. Kalau ditanya salah siapa sih, banyakan emang salah saya sih, tapi sebagai pembelaan diri, saya juga ga ada pengalaman long distance dan saya ga kuat. Tapi disisi lain saya emang gattau diri sih ya. Maaf. But the truth is, perasaan itu emang asli, bukan imitasi atau kw paling super. Saya sayang, banget. Then when I start to regret it and seek for way back, well, there’s no way to turning back. Banyak hal yang jadi faktor x nya. Tapi alasan yang paling kuat dari saya, kita sama-sama sibuk dan ga punya waktu yang pas buat komunikasi. Kita udah pisah sebelum kenal banget satu sama lain. and for making a comitment and building a trust, I’m not gonna say that’s impossible, but admit it dear, that’s really hard for us, isn’t it? Jadi menurutku ini the best way for us. It hurts but it maybe the only way :’) Dear (kalau aku masih boleh panggil kamu dengan itu), if you see this, I’m gonna say really sorry. I’m sorry for everything. I can’t be the first girl you meet when you want to go home. I can’t keep our promises. but one that should you know, you still hold my hearts. everything about you. every little piece of you, I love you.

Yours. Andara.

chrscr:

Christian Oser (Jewish museum - Berlin)

chrscr:

Christian Oser (Jewish museum - Berlin)

(Source: prthrt)

"Happy New Year, Happy New Semester !! \(~,~)/"

Andara Lerenza

adventuretime:

Fionna in Dress

Designed by the inspired Natasha Allegri.